News
Loading...

40 Tahun Bersahabat, Jepang dan ASEAN Jalin Proyek Kerjasama di Bidang Pangan


Dalam memperingati 40 tahun hubungan persahabatan ASEAN dan Jepang, melalui Kementerian Pertanian, Kehutanan, Perikanan Jepang (MAFF) dan Sekretariat ASEAN di​mulai sebuah proyek kerja sama untuk pengembangan SDM di bidang pangan. Salah satu negara yang terlibat adalah Indonesia. Simposium untuk proyek kerja sama ini berlangsung kemarin (14/10/2015) di Jakarta.
Acara simposium menghadirkan beberapa pembicara​ seperti ​Mr. Tadaatsu Iwase selaku Deputy Director-General of Food Industry Affairs Bureau MAFF, Dr. Arief Daryanto yang merupakan Profesor Program Pascasarjana-Magister Bisnis I​PB​, Mr. Masanori Kawaguchi selaku Project Coordinator at ASEAN Secretariat.

Hal yang melatarkangi proyek pembinaan SDM bidang pangan ini tak lain adalah dari visi MAFF yang ingin mempr​omosikan terciptanya Food Value Chain (FVC) ​atau ​rantai nilai makanan​.​ ​D​engan menggunakan kekuatan khas industri makanan Jepang yang memadukan kerjasama antara swasta, akademisi, dan pemerintah.

“Proyek pembinaan SDM di bidang pangan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, teknologi praktis serta canggih terkait dengan rantai nilai kepada mahasiswa di kawasan ASEAN melalui perkuliahan yang akan dilakukan oleh berbagai perusahaan Jepang,​” ​j​elas Iwase.

Perguruan tinggi di Indonesia yang terpilih untuk mendapat bantuan dari proyek kemitraan ini adalah Institut Pertanian Bogor.

"Saya sangat senang dengan dimulainya kerjasama antara pemerintah Indonesia dan ASEAN melalui MAFF Jepang, karena dengan program ini akan meningkatkan kualitas para mahasiswa Indonesia khususnya IPB sehingga nantinya mereka akan memiliki daya saing di dunia internasional,​" ​u​jar Arief.

Arief juga mengatakan makanan Jepang sebenarnya sudah cukup dikenal dan digemari oleh masyarakat Indonesia khususnya kaum muda yang mengetahuinya melalui komik, film, dan sarana lainnya.

Arief amat mengapresiasi proyek MAFF yang memilih IPB karena RI merupakan produsen sektor agrikultur nomer 10 terbesar dunia.

Namun saat ini masih banyak kendala di sektor pangan, khususnya dalam memenuhi permintaan daging dan susu yang makin meningkat. Dia berharap program ini bisa meningkatkan kualitas dan daya saing para mahasiswa RI khususnya IPB yang memang salah satu perguruan tinggi yang memang difokuskan ke sektor agrikultur.

"Saya sangat senang dengan adanya kerjasama antara pemerintah RI dan ASEAN melalui MAFF Jepang. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas mahasiswa Indonesia sehingga nantinya mereka akan memiliki potensi untuk bersaing di dunia internasional," lanjutnya.

Project Coordinator at ASEAN Secretariat, Masanori Kawaguchi menambahkan dengan terbentuknya FVC, maka industri makanan Jepang akan memiliki kesempatan lebih luas dalam menggapai pasar makanan dunia yang tumbuh sangat cepat. Dengan adanya program ini dipercaya akan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi di negara berkembang.

Kawaguchi berharap proyek kerjasama ini akan membantu merealisasikan pembinaan SDM berkualitas. ​​M​emiliki pengetahuan dan kemampuan yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan potensi peningkatan FVC.

Share on Google Plus

About Gemar Jepang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar