News
Loading...

Pemerintah Jepang Buka Kembali Kran Impor Daging Ayam Olahan Dari Indonesia


Pemerintah Jepang membuka kembali kran impor daging ayam olahan Indonesia setelah kran tersebut ditutup pada tahun 2003 atau sekitar satu daswarsa yang silam. Penutupan kran impor ini terutama sekali terkait merebaknya kasus flu burung (H5N1) pada masa itu.
Pembukaan kran impor di atas secara resmi dilakukan pemerintah Jepang melalui Surat Kementerian Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Jepang tertanggal 25 November 2014, yang ditujukan kepada Kementerian Pertanian RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo.
Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, menyatakan bersyukur atas dibuka kembalinya kran impor itu. “Pembicaraan panjang dan berliku menyangkut perihal di atas pada akhirnya membuahkan hasil juga,” ujar Dubes Yusron. Semua ini tentu berkat ridho Allah, di samping juga kerja keras para staf KBRI Tokyo, terutama Atase Ekonomi dan Atase Perdagangan, sambung Dubes.
Sebagaimana disebut dalam rilis KBRI Tokyo hari Kamis (29/11), potensi pasar impor produk daging ayam olahan untuk pasar Jepang dewasa ini mencapai sekitar 600.000 ton atau senilai dengan dua miliar Dolar Amerika. Selama ini, sekitar 50 persen pangsa pasar ini diduduki oleh Tiongkok.
Atase Perdagangan KBRI Tokyo, Julia Gustaria Silalahi, menyebutkan bahwa dikabulkannya permohonan Indonesia untuk dapat mengekspor kembali produk daging ayam olahan di atas merupakan hal yang amat menggembirakan. Pasalnya, Jepang adalah negara yang mengenakan standar impor yang amat ketat sehingga lolosnya Indonesia di pasar Jepang berarti bahwa Indonesia sanggup memenuhi persyaratan ketat tersebut.
Sejauh ini KBRI Tokyo belum memastikan target ekspor produk daging ayam olahan Indonesia ke pasar Jepang. Hal ini terutama disebabkan pencapaian target ini akan banyak juga ditentukan oleh kinerja peternak dan pengusaha Indonesia sendiri, sementara KBRI Tokyo hanyalah memfasilitasi saja.
Daging ayam olahan yang diimpor Jepang umumnya adalah bahan “kara-age”, yaitu daging yang dipotong dalam ukuran tertentu dan digauli dengan tepung. Selain itu, juga “yaki-tori”, yaitu daging ayam yang ditusuk seperti sate untuk sate ayam ala Jepang. Para pengusaha di Indonesia umumnya menggunakan peralatan dan teknologi Jepang untuk proses ini.

Source : todaynippon
Share on Google Plus

About Gemar Jepang

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar :

Posting Komentar